Langsung ke konten utama

20th

HEY...I'M TWENTY YEARS OLD NOW!!!!

tepat tanggal 10 januari 2014 umur saya genap 20 tahun, kepala dua..
tapi umur tidak bisa dijadikan sebagai ukuran kedewasaan seseorang, masih ada kok yang umurnya 20 tahun tapi pikirannya macam anak kecil. Contohnya saja saya,
betapa anak kecilnya saya, ketika tepat jam 12 malam berharap ada puluhan bahkan ratusan sms masuk ke handphone saya untuk mengucapkan selamat ulang tahun,
betapa anak kecilnya saya, ketika membuka mata berharap ada kado di balik bantal, seperti ketika umur saya 12 tahun, 8 tahun yang lalu..
betapa anak kecilnya saya, ketika banyak teman yang belum mengucapkan selamat ulang tahun berharap mereka sedang merencanakan kejutan besar untuk saya
betapa anak kecilnya saya, ketika orang tua saya tidak mengucapkan selamat ulang tahun yang sebenarnya mereka lupa berharap itu adalah bagian dari kado yang akan diberikan utuk saya

haha mungkin yang seharusnya diinginkan oleh orang dengan umur 20 tahun bukanlah ucapan selamat, bukanlah kado dengan bungkus yang bermacam macam, bukan juga kejutan dari orang-orang tersayang, bukan semua itu..
mmmm sukses dunia akhirat mungkin atau ip cumlaude atau lulus tepat waktu atau cepat ketemu jodoh?

di ulang tahun saya ke 20 tahun ini memang minim ucapan, tapi mungkin Allah berencana lain, Allah cuma ingin saya nggak gila pujian sanjungan dan lain lain
di ulang tahun saya ke 20 tahun pun tidak ada kado istimewa, mungkin Allah ingin menyadarkan saya bahwa essensi ulang tahun bukanlah persoalan kado tapi rasa syukur dan doalah yang terpenting
di ulang tahun saya ke 20 tidak ada kejutan, sama sekali..
ada beberapa teman yang belum bahkan tidak mengucapkan selamat ulang tahun kepada saya dan bodohnya, saya berfikir bahwa mereka sedang merencanakan kejutan besar untuk saya haha mana mungkin
sedih ketika sahabat sahabat lama tidak ingat tanggal ulang tahun saya, tapi saya pikir lagi memangnya saya ini siapa?artis yang harus diingat tanggal ulang tahunnya terus? mereka itu nggak cuman mikirin kamu, mereka uda gede banyak yang harus dan lebih penting untuk dipikirkan wik, apa kamu ingat terus tanggal ulang tahun mereka?nggak kan?apa kamu perhatiin mereka terus?nggak juga (ngomong sama diri sendiri). Tapi,walaupun sahabat-sahabat lama sudah banyak yang lupa dengan saya, ada mereka yang baru, yang selalu mengingat jeleknya muka saya..

pesan yang saya dapat dari hari ulang tahun saya adalah :
Hal yang abadi di semesta ini hanyalah perubahan, semua dapat berubah kapanpun. Kita tidak bisa menyamakan dulu dan sekarang. Dan ketika ada sesuatu hal yang hilang pasti ada hal baru yang datang yang jauh lebih indah.Pengurangan dan pertambahan akan selalu berjalan beriringan. Memang umur saya berkurang tapi setidaknya angkanya bertambah. Dan satu lagi, kita harus dapat menghibur diri kita sendiri melalui pemikiran-pemikiran positif contohnya saja optimis kejutan ulang tahun akan datang, ya walaupun nggak akan ada. Dua puluh tahun saya rasa sudah cukup untuk mengenal apa itu hidup..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

10:31 pm.

Saya kembali menulis di blog ini, itu artinya ada beberapa hal yang tidak bisa saya ungkapkan melalui kata-kata. Ada beberapa hal yang saya sendiri kebingungan untuk menceritakannya kepada keluarga maupun teman dekat.  Pernahkah kalian merasa payah ? merasa punya banyak sekali kekurangan dalam diri kita.  Beberapa hari ini saya sedang merasa heran betapa payahnya saya, terutama dari segi komunikasi, lagi-lagi masalah saya ada pada hal komunikasi. Saya tipe orang yang mudah panik , saat panik melanda, pikiran nggak bisa buat mikir jernih, akhirnya banyak sekali kesalahan dalam hal menyampaikan apa yang ingin saya maksud. Bukan hanya kesalahan dalam menyampaikan, kadang saya melakukan hal-hal yang justru merugikan diri saya sendiri. Ya. itu akibat ke-payah-an saya dalam berkomunikasi. Saat ini pekerjaan saya menuntut saya untuk baik dalam berkomunikasi, saya mencoba perbaiki pola komunikasi saya. Saya belajar merangkai, memilah kata yang tepat untuk rekan kerja, baik yang senior...

Tulisan Acak

Physical Distancing meminta kita untuk menjauh atau menghindari kerumuman orang, tapi di dalam otakku seakan berkumpul ribuan orang yang berbicara entah apa.. Apa yang sebenarnya terjadi di otak ?  Hendak menguraikan satu persatu benang kusut yang ada di dalamnya, sulit sekali rasanya Ditemani lagu dari White Shoes and & The Couples Company berjudul Kisah Dari Selatan Jakarta , dilanjutkan Senandung Maaf yang selalu jadi lagu yang tepat untuk menyampaikan maaf ke siapa saja.. Langkah kaki mau kemana ? sudah ada rencana ? 3 tahun bekerja dapat apa ? Bapak....Ibuuu....apakah kau bangga dengan anakmu ini ?! Mereka berisik sekalii Pak, Bu.. Aku lelah menanggapinya.. Dimana-mana hanya jadi figuran saja aku ini.. Bisa apa aku ? Mengapa energi ini seakan habis tak bersisa, tak ingin apa-apa, tak mau gerak kemana-mana.. Apa tujuan hidup sebenarnya ? Coba beri aku definisi tentang Bahagia??

Menikah (?)

Menikah sering jadi tujuan besar sebagian orang. Menggelar momen sakral pernikahan dengan megah, riasan cantik ala-ala, menabung bertahun tahun demi menggelar perhelatan 1 hari yang tak akan terulang (semoga). Menikah seolah menjadi salah satu tujuan hidup untuk bahagia. Apakah benar begitu adanya?? Semakin kesini justru aku tak begitu bersemangat meraih pernikahan, walaupun mungkin targetku tahun depan, tapi mentalku tak benar-benar siap .. Kata orang, setelah menikah maka kebahagiaan kita akan lebih sempurna?? Sungguh?? Atau justru kita akan lebih menderita?? Kata orang seseorang yang sudah menemukan separuh jiwanya akan lebih tenang dan tentram, benarkah? Saat sudah menikah kelak, apa aku masih bisa ketawa-ketiwi menertawakan hal-hal lucu? Atau aku akan lebih sering menangis tersedu karena hati yang pilu? Kata orang, kalau sudah berumah tangga harus siap dengan segala resiko,  sekalipun itu yang terburuk? Tapi apakah kita tidak boleh berharap bahagiaa?? Sebegitu menakutkankah ? ...