Langsung ke konten utama

Blank Ambassador

rindu. All I feel is rindu

kalian pernah ngrasain rindu yang rasanya itu sampai nusuk di ulu hati? ya itu yang sedang saya rasakan saat ini. rindu banget.
sudah beberapa bulan ini saya belum sempat bertemu teman-teman sepermainan saya. Beberapa bulan terakhir saya menghabiskan waktu saya hanya untuk tugas tugas dan tugas. Kadang sempat merasa lelah. Tapi bagaimanapun ini kewajiban.

Lain dulu lain sekarang.Benar kata orang, masa-masa sekolah memang masa yang paling indah. Dulu waktu SMP pulang sekolah selalu nyempetin maen bareng temen-temen. Rasanya nggak ada beban. Semua kerasa enteng aja. Nggak di kejar-kejar yang namanya deadline kayak sekarang. Ah banyak sekali hal-hal yang saya rindukan di masa SMP saya. Dan rasa rindu itu diperparah dengan hadirnya foto-foto alay ini dari teman-teman say hoaaa
 
haha ada yang tau saya yang mana? yang jelas bukan yang foto ndlosor paling alay itu. Namanya andini tapi dari kelas 1 sampai sekarang dipanggil tebo. Padahal tebo itu kabarnya nama anak genderuwo. Haha ya begitulah sejarahnya panjang. Foto ini diambil waktu perpisahan calon guru matematika yang lagi PPL di kelas saya. Namanya mbak nana dan satunya saya lupa.

taraaa.....adayang tau nama yang lagi main bola itu sapa ? haha dengan penuh rasa malu saya harus mengakui kalau itu saya. Foto ini diambil waktu lagi latihan futsal buat tanding esoknya. Kelas saya semangat buat latihan futsal karena takut di ejek sama kelas kelas lain. Maklumlaah kita nggak pernah menang kalau futsal jadi kita ambisius banget buat menang padahal akhirnya kalah juga. Eits tapi jangan salah. Kalo masalah otak pastinya nomer satu dibanding kelas lainnya
Jangan ngakak!! 
ini dia pose-pose frustasi anak SMP yang belum dapet pacar dan belum boleh pacaran haha. I think it's the most ALAY pose in my life. Kaget juga ternyata dulu saya pernah foto sealay ini. Tapi inilah kepolosan kita waktu SMP. Beda deh sama sekarang. Beda beda ya beda.
ini fotonya setelah upacara hari pramuka di belakang kelas. Walaupun posenya nggak begitu alay. Tapi tetep aja kucelnya nggak ada yang ngalahin. Tapi if you know mereka ngangenin banget.
YA inilah kita. Keluarga besar Blank Ambassador 9A. Lupa sejarahnya bagaimana sebutan ini bisa tercipta. Nggak tau juga dulu siapa pencetusnya yang pasti I'm proud to be a part of this class! I'M SURE I REALLY MISS THEM !

guys. i really miss you.semoga kita semua kelak menjadi orang sukses amin

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

10:31 pm.

Saya kembali menulis di blog ini, itu artinya ada beberapa hal yang tidak bisa saya ungkapkan melalui kata-kata. Ada beberapa hal yang saya sendiri kebingungan untuk menceritakannya kepada keluarga maupun teman dekat.  Pernahkah kalian merasa payah ? merasa punya banyak sekali kekurangan dalam diri kita.  Beberapa hari ini saya sedang merasa heran betapa payahnya saya, terutama dari segi komunikasi, lagi-lagi masalah saya ada pada hal komunikasi. Saya tipe orang yang mudah panik , saat panik melanda, pikiran nggak bisa buat mikir jernih, akhirnya banyak sekali kesalahan dalam hal menyampaikan apa yang ingin saya maksud. Bukan hanya kesalahan dalam menyampaikan, kadang saya melakukan hal-hal yang justru merugikan diri saya sendiri. Ya. itu akibat ke-payah-an saya dalam berkomunikasi. Saat ini pekerjaan saya menuntut saya untuk baik dalam berkomunikasi, saya mencoba perbaiki pola komunikasi saya. Saya belajar merangkai, memilah kata yang tepat untuk rekan kerja, baik yang senior...

Menikah (?)

Menikah sering jadi tujuan besar sebagian orang. Menggelar momen sakral pernikahan dengan megah, riasan cantik ala-ala, menabung bertahun tahun demi menggelar perhelatan 1 hari yang tak akan terulang (semoga). Menikah seolah menjadi salah satu tujuan hidup untuk bahagia. Apakah benar begitu adanya?? Semakin kesini justru aku tak begitu bersemangat meraih pernikahan, walaupun mungkin targetku tahun depan, tapi mentalku tak benar-benar siap .. Kata orang, setelah menikah maka kebahagiaan kita akan lebih sempurna?? Sungguh?? Atau justru kita akan lebih menderita?? Kata orang seseorang yang sudah menemukan separuh jiwanya akan lebih tenang dan tentram, benarkah? Saat sudah menikah kelak, apa aku masih bisa ketawa-ketiwi menertawakan hal-hal lucu? Atau aku akan lebih sering menangis tersedu karena hati yang pilu? Kata orang, kalau sudah berumah tangga harus siap dengan segala resiko,  sekalipun itu yang terburuk? Tapi apakah kita tidak boleh berharap bahagiaa?? Sebegitu menakutkankah ? ...

Buku dan Pensil

Hei pensil.... sudah lama ya kita saling tau kau tuliskan banyak cerita diatasku kau warnai lembaran yang semula putih bersih menjadi menarik untuk dilihat semula, aku tak pernah mau untuk berbagi lembaran-lembaran itu kepada siapapun tapi aku senang ketika aku berbagi denganmu tapi.., sepertinya aku terlena hingga akhirnya aku egois aku sering mengeluh ketika kau tak mau menuliskan cerita lagi di lembaranku aku mengeluh..ketika kau tak mau membuka lembaran-lembaran yang pernah kau tulis dulu ketika aku tau kau, semua terasa sangat menyenangkan hingga bodohnya aku terlalu bergantung padamu mungkin aku selalu ingin bersenang-senang denganmu menciptakan karya bersama, menulis, atau mewarnai lembaran-lembaran yang masih putih bersih itu kini kau menghindar dan sayangnya aku tak tau alasannya mmm....apa kau menemukan buku lain yang lembarannya lebih banyak? apa kau sudah bosan menuliskan cerita dan mewarnai lembaran-lembaranku? apa ada buku lain yang selalu siap kau wa...