Langsung ke konten utama

Mereka Bilang..

Mereka bilang aku orang baik,  mereka bilang aku mandiri, mereka bilang aku menarik, mereka bilang aku seorang yang mudah bergaul, mereka bilang aku terampil dan berbakat..

Kenyataannya aku tak sebaik yang mereka pikir,  hanya aja Allah menutup aib-aibku, aku hanya seorang yang sedang merangkak menuju hal-hal baik, dan semoga Allah selalu mudahkan langkah ini..

Dibalik apa yang mereka katakan, terdapat perjuangan yang tidak semua orang tahu..
Mereka tidak tahu kalau ada jiwa introvert yang meronta ketika sedang berusaha bergaul dengan berbagai macam karakter orang,
Mereka tidak tahu, ada diri yang berjuang 4 tahun menyelesaikan kuliah yang sama sekali bukan passionnya serta melawan semua ketidaknyamanan,
Mereka tidak tahu kalau ada seorang pembalap yg pernah terjatuh di jalanan hingga berdarah-darah,
Mereka tidak tahu ada perjuangan mencari uang hingga malam, melawan dinginnya angin dan menerjang banjir,
Mereka tidak tahu ada diri yang mencoba baik2 saja di segala kondisi,
Dan masih banyak lagi perjuangan yang mereka semua tidak tahu, dan memang tak perlu tahu,

Hanya sebagian kecil orang yang mau tahu, kebanyakan dari mereka hanya melihat pencapaian saat ini saja. Tidak adil rasanya, kalau kita menilai seseorang hanya dari satu sisi saja. Apalagi menyimpulkan karakter seseorang hanya melalui media sosialnya, itu tidak adil.

Setiap orang punya cerita dan perjuangannya masing-masing, perjuangan memang banyak wujudnya, tidak bisa disamakan. Tidak lain dan tidak bukan, semua itu akan membentuk pribadi kita seperti apa. Membentuk citra kita dimata manusia lain seperti apa.

Intinya, "Don't look book just from the cover!" :)

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

10:31 pm.

Saya kembali menulis di blog ini, itu artinya ada beberapa hal yang tidak bisa saya ungkapkan melalui kata-kata. Ada beberapa hal yang saya sendiri kebingungan untuk menceritakannya kepada keluarga maupun teman dekat.  Pernahkah kalian merasa payah ? merasa punya banyak sekali kekurangan dalam diri kita.  Beberapa hari ini saya sedang merasa heran betapa payahnya saya, terutama dari segi komunikasi, lagi-lagi masalah saya ada pada hal komunikasi. Saya tipe orang yang mudah panik , saat panik melanda, pikiran nggak bisa buat mikir jernih, akhirnya banyak sekali kesalahan dalam hal menyampaikan apa yang ingin saya maksud. Bukan hanya kesalahan dalam menyampaikan, kadang saya melakukan hal-hal yang justru merugikan diri saya sendiri. Ya. itu akibat ke-payah-an saya dalam berkomunikasi. Saat ini pekerjaan saya menuntut saya untuk baik dalam berkomunikasi, saya mencoba perbaiki pola komunikasi saya. Saya belajar merangkai, memilah kata yang tepat untuk rekan kerja, baik yang senior...

Menikah (?)

Menikah sering jadi tujuan besar sebagian orang. Menggelar momen sakral pernikahan dengan megah, riasan cantik ala-ala, menabung bertahun tahun demi menggelar perhelatan 1 hari yang tak akan terulang (semoga). Menikah seolah menjadi salah satu tujuan hidup untuk bahagia. Apakah benar begitu adanya?? Semakin kesini justru aku tak begitu bersemangat meraih pernikahan, walaupun mungkin targetku tahun depan, tapi mentalku tak benar-benar siap .. Kata orang, setelah menikah maka kebahagiaan kita akan lebih sempurna?? Sungguh?? Atau justru kita akan lebih menderita?? Kata orang seseorang yang sudah menemukan separuh jiwanya akan lebih tenang dan tentram, benarkah? Saat sudah menikah kelak, apa aku masih bisa ketawa-ketiwi menertawakan hal-hal lucu? Atau aku akan lebih sering menangis tersedu karena hati yang pilu? Kata orang, kalau sudah berumah tangga harus siap dengan segala resiko,  sekalipun itu yang terburuk? Tapi apakah kita tidak boleh berharap bahagiaa?? Sebegitu menakutkankah ? ...

Buku dan Pensil

Hei pensil.... sudah lama ya kita saling tau kau tuliskan banyak cerita diatasku kau warnai lembaran yang semula putih bersih menjadi menarik untuk dilihat semula, aku tak pernah mau untuk berbagi lembaran-lembaran itu kepada siapapun tapi aku senang ketika aku berbagi denganmu tapi.., sepertinya aku terlena hingga akhirnya aku egois aku sering mengeluh ketika kau tak mau menuliskan cerita lagi di lembaranku aku mengeluh..ketika kau tak mau membuka lembaran-lembaran yang pernah kau tulis dulu ketika aku tau kau, semua terasa sangat menyenangkan hingga bodohnya aku terlalu bergantung padamu mungkin aku selalu ingin bersenang-senang denganmu menciptakan karya bersama, menulis, atau mewarnai lembaran-lembaran yang masih putih bersih itu kini kau menghindar dan sayangnya aku tak tau alasannya mmm....apa kau menemukan buku lain yang lembarannya lebih banyak? apa kau sudah bosan menuliskan cerita dan mewarnai lembaran-lembaranku? apa ada buku lain yang selalu siap kau wa...