Langsung ke konten utama

Tulisan Acak

Physical Distancing meminta kita untuk menjauh atau menghindari kerumuman orang, tapi di dalam otakku seakan berkumpul ribuan orang yang berbicara entah apa..
Apa yang sebenarnya terjadi di otak ? 
Hendak menguraikan satu persatu benang kusut yang ada di dalamnya, sulit sekali rasanya
Ditemani lagu dari White Shoes and & The Couples Company berjudul Kisah Dari Selatan Jakarta, dilanjutkan Senandung Maaf yang selalu jadi lagu yang tepat untuk menyampaikan maaf ke siapa saja..
Langkah kaki mau kemana ? sudah ada rencana ? 3 tahun bekerja dapat apa ?
Bapak....Ibuuu....apakah kau bangga dengan anakmu ini ?!
Mereka berisik sekalii Pak, Bu.. Aku lelah menanggapinya..
Dimana-mana hanya jadi figuran saja aku ini.. Bisa apa aku ?
Mengapa energi ini seakan habis tak bersisa, tak ingin apa-apa, tak mau gerak kemana-mana..
Apa tujuan hidup sebenarnya ? Coba beri aku definisi tentang Bahagia??




Komentar

  1. Eh, ternyata ada postingan baru. Jadilah seperti air mengalir saja kak

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengapa aku ini

Assalamualaikum.. Malam ini kuputuskan untuk menulis lagi, ya mencoba menulis. Setidaknya selama saya hidup,saya sudah pernah menulis , walaupun belum bisa berupa buku tapi menulis di blog sudah cukup bagi saya 😊 Okay, let's go to the topic ! Kali ini saya ingin membahas tentang suatu kebingungan. Hmm apakah kebingungan itu?? Belakangan ini saya merasa ada yang salah dalam diri saya di usia saya yg bisa dibilang sudah dewasa wkwk harusnya sih sudah harus dewasa , tapi nggaktau realitanya. Saya merasa , saya tidak begitu welcome untuk diajak bicara oleh orang lain. Bukan karena saya tidak suka dengan orang yang saya ajak bicara, tidak juga karena saya sombong, tapi satu alasan saya : saya tidak pandai menanggapi pembicaraan orang. Tak jarang saya bingung harus menanggapi apa walaupun itu hanya obrolan ringan (note : ini obrolan langsung ya, bukan obrolan via chat) . Apalagi kalo ada seseorang yg bisa dibilang tidak terlalu akrab dengan saya, tapi tiba-tiba dia membuka topik pe...

TRIP SOLO-JOGJA WITH #SAHAMBAT

Assalamualaikum wr.wb. Hallooo semua, kali ini saya akan berbagi cerita tentang pengalaman nge-trip-irit saya ke Solo dan Jogja. Selamat membaca yaa ... Trip kali ini sudah saya rencanakan jauh-jauh hari sebelum hari H. Saya punya satu #sahambat (re : sahabat sambat) asal Kudus bernama Nina. Kami berteman baik sejak duduk di bangku kuliah. Setelah lulus dan bekerja, kami ingin sekali pergi nge-trip bareng ala backpacker haha. Salah satu destinasi yang ingin sekali kami kunjungi adalah Bromo yang ada di Jawa Timur. Tapi karena pertimbangan beberapa hal, akhirnya kami memutuskan untuk trip ke Solo dengan naik kereta Kalijaga yang harga tiketnya hanya 10,000 rupiah. Murah banget kan ! Kebetulan, teman saya ini bisa dibilang agak kampung ya karena belum pernah naik kereta api sama sekali wkwkwk (ampuun Nin :p). Kira-kira sekitar H-sebulan sebelum kami berangkat ke Solo, hampir setiap hari kami membahas rencana trip tersebut, mulai dari tanggal, tempat wisata mana saja yang akan kam...

Cerita Singkat di Jogja

Assalamualaikum sahabat, hari ini : Jumat, 11 Oktober 2019 pukul 22.00 akan kuceritakan pengalaman singkat -yang berharga-   ku di Jogja 😊 oke tanpa basa basi, langsung aja yaaa.. Minggu : 29 September 2019 Tiba-tiba, ada pesan WA masuk dari orang yang tidak terduga, sangat tidak terduga. Ya, entah ada angin apa, Mas Alam menanyakan kabarku. Sedikit cerita, Mas Alam ini adalah Ketua Kegiatan Teaching and Travelling (TNT) ke 12 yang pernah kuikuti pada bulan Februari 2018. Acara ini diselenggarakan oleh komunitas 1000guru Semarang. Mas Alam berasal dari Bima, Nusa Tenggara Barat. Pertemuan kedua kami pada acara "Aku Sehat" yang diadakan oleh Komunitas Arsa Semarang pada bulan Maret 2019. Mas Alam merupakan sosok yang sangaaattt humble dan tipe orang yg berbaik hati dengan semua orang tanpa memandang siapa orang itu. Sejak pertemuan pertama kami di TNT 12, Mas Alam memang sudah lumayan akrab denganku dan teman-teman, tapi kalau dibandingkan dengan yang lain, aku te...